1 / 4Dzi Bead Antik Bermata Tujuh
Mewujudkan tujuh aspek kebahagiaan dan keberuntungan yang menjadi harapan manusia: kesempurnaan, kesejahteraan materi, karier, kekayaan, kesehatan, umur panjang, dan hubungan antarmanusia.
- Nama Produk
- Dzi Bead Antik Bermata Tujuh
- Harga Lelang Saat Ini
- Rp10.193.760
- Jumlah Stok Tersedia
- 0
- Spesifikasi Koleksi
- 13,1 × 37,2 mm
- Nomor Koleksi
- 2236916
Detail produk
Dzi Bead Antik Bermata Tujuh merupakan benda koleksi dalam tradisi Buddhisme Tibet dan manik-manik akik kuno yang melambangkan pengaktifan tujuh cakra, perubahan keberuntungan melalui Tujuh Bintang, tercapainya kesuksesan dan kesempurnaan, serta terbebas dari nasib buruk.
Konsep desain
Konsep desain dan totem Dzi Bead Antik Bermata Tujuh berfokus pada “susunan Tujuh Bintang, kesempurnaan keberkahan dan kebijaksanaan, serta keseimbangan tubuh dan pikiran”, yang memadukan kepercayaan Buddhisme Tibet dengan pandangan kosmis para pengrajin kuno.
1. Tata Letak Kosmis dan Astral (Susunan Tujuh Bintang)
• Simbolisasi Biduk: Dalam pemahaman tradisional masyarakat Tibet, tujuh mata pada Dzi Bead dikaitkan dengan Tujuh Bintang Biduk di alam semesta.
• Kesatuan Langit dan Manusia: Masyarakat pada zaman dahulu memadatkan keteraturan benda-benda langit dan susunan bintang melalui teknik etsa khusus ke dalam sebuah manik-manik akik. Hal ini mencerminkan konsep kosmis awal berupa “mengamati pergerakan langit dan memanfaatkan kekuatan alam”.
2. Berkah Buddha Bhaisajyaguru dan Konsep Kesehatan serta Kedamaian
• Menangkal Bencana dan Memperpanjang Umur: Dzi Bead Bermata Tujuh sering disebut sebagai “manik-manik yang memperoleh berkah Buddha Bhaisajyaguru” atau “manik-manik kesehatan dan kesempurnaan”.
• Penyembuhan Tubuh dan Pikiran: Konsep desainnya memiliki nuansa penyembuhan yang kuat, dengan tujuan memanfaatkan tekad luhur Buddha Bhaisajyaguru untuk membantu pemakainya menenangkan konflik batin, meredakan penderitaan dan penyakit, serta membersihkan pengaruh negatif.
3. Kesempurnaan Menyeluruh dengan Datangnya Tujuh Keberkahan
• Kesempurnaan Angka “Tujuh”: Dalam budaya Tibet, angka “tujuh” melambangkan kebaikan dan keindahan yang sempurna serta pencapaian kesempurnaan pada suatu tahap.
• Tujuh Keberkahan dalam Kehidupan: Desain totem ini melambangkan harapan menyeluruh dalam hal pencapaian dan reputasi, karier, kekayaan, kesehatan, umur panjang, hubungan pernikahan, dan keluarga, dengan tujuan mencapai keseimbangan dalam berbagai aspek kehidupan tanpa penyesalan.
4. Menangkal Kesialan dan Menyeimbangkan Lima Unsur
• Menangkal Pengaruh Buruk dan Bencana: Tujuh mata juga secara tradisional dipercaya memiliki fungsi untuk “mematahkan nasib buruk”, membantu menghadapi pengaruh negatif dari luar serta konflik dengan unsur-unsur dalam konsep Lima Unsur yang berkaitan dengan takdir bawaan seseorang, dengan tujuan mencapai perubahan keadaan menuju keberuntungan dan menghindari kemalangan.
Keunggulan
- Dzi Bead Antik Bermata Tujuh memiliki makna khusus yang berkaitan dengan pengaktifan tujuh cakra, menangkal nasib buruk, dan meredakan pengaruh negatif, serta memiliki karakteristik patina mendalam yang terbentuk selama perjalanan waktu.
- Karakteristik Produk
- • Makna Totem: Pada permukaannya terdapat tujuh motif “mata” berbentuk lingkaran yang jelas, yang melambangkan pengaktifan tujuh cakra tubuh, perubahan keberuntungan melalui Tujuh Bintang, keberuntungan besar, serta tercapainya kesuksesan dan kesempurnaan.
- • Fungsi Spiritual: Dalam budaya Tibet, Dzi Bead ini dikenal sebagai “Dzi Bead Penangkal Nasib Buruk”. Menurut kepercayaan tradisional, Dzi Bead ini dipercaya dapat membantu menangkal pengaruh negatif, melindungi dari energi buruk, serta menyeimbangkan kekurangan Lima Unsur bawaan.
- • Material dan Teknik: Umumnya menggunakan material mineral alami seperti kalsedon, akik, atau serpih Batu Sembilan Mata, yang dibuat melalui teknik penetrasi dan etsa khusus pada zaman dahulu.
- • Patina Seiring Waktu: Benda antik yang autentik biasanya memiliki kilau alami yang lembut seperti minyak pada permukaannya, tekstur totem yang dalam dan tegas, serta jejak keausan alami atau akibat pemakaian yang ditinggalkan oleh waktu, seperti pola menyerupai sisik ikan dan pola pelapukan.
