
Little Kris Dräger - Tuaran - Malun
Tualen, dudukan keris Melayu yang dihias dengan lukisan dari Bali.
- Nama Produk
- Little Kris Dräger - Tuaran - Malun
- Harga Lelang Saat Ini
- Rp2.140.420
- Jumlah Stok Tersedia
- 1
- Spesifikasi Koleksi
- 30 × 13 cm
- Nomor Koleksi
- 3256188
Detail produk
Tualen (wayang karikatur) ini terawat dengan baik; bagian tubuhnya hampir tidak memiliki retakan. Warnanya tampak sedikit keruh dan memudar karena usianya yang sudah sangat tua, tetapi hal tersebut tidak mengurangi kecerahan warnanya. Tualen juga dikenal sebagai Malen, sedangkan di Pulau Jawa dikenal dengan nama Semar.
Patina yang terbentuk dari pigmen kuno terlihat sangat indah dan menambah karakter serta pesona unik pada karya ini. Keris Melayu yang terlihat pada gambar tidak termasuk dalam lot ini dan hanya ditampilkan sebagai referensi. Keris Melayu Singo Jangkung sedang ditawarkan dalam lelang lain di Catawiki. Keris Melayu yang terlihat pada gambar tidak termasuk dalam lot ini. Ini adalah dudukan keris Melayu berukuran kecil dan elegan (sekitar 30 cm), dengan ukuran lubang untuk memasukkan keris sekitar 2 × 3 cm, sehingga cocok untuk keris Melayu berukuran lebih kecil.
Konsep desain
Keris Melayu Tualen dengan Lukisan Tradisional Bali mengambil tokoh wayang tradisional Bali, Tualen (Malen), sebagai tema utama, memadukan secara harmonis seni ukir figur, lukisan tradisional, dan budaya Keris.
Karya ini biasanya menggunakan teknik ukiran tiga dimensi untuk menampilkan wajah, hiasan kepala, pakaian, serta postur tubuh tokoh yang ekspresif dan penuh karakter. Bentuknya sederhana namun hidup, dengan ciri khas seni lokal Bali yang sangat kuat. Permukaannya dihiasi dengan berbagai warna tradisional untuk menonjolkan garis wajah dan detail dekoratif tokoh. Seiring berjalannya waktu, warna yang memudar secara alami, keausan, serta patina yang terbentuk memberikan karya ini karakter dan tekstur khas yang mencerminkan perjalanan waktu.
Dalam budaya Wayang Bali, Tualen melambangkan kesederhanaan, kebaikan, dan kebijaksanaan. Oleh karena itu, karya semacam ini tidak hanya memiliki nilai estetika yang tinggi, tetapi juga mengandung nilai sejarah yang berkaitan dengan tradisi rakyat setempat, budaya pertunjukan, serta seni ukir tradisional Bali.
